Selamat para Juara LKTI Kab Jepara
Kabar gembira datang dari ekstrakulikuler KIR yg berhasil menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat SMA sederajat Kabupaten Jepara, Selasa (11/06). Lomba ini mengangkat tema "Cagar Budayaku Identitasku". Lomba ini digelar oleh Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Jepara.
Juara 1 dalam lomba Karya Tulis ini berhasil diraih oleh Viana Tsabita Al Azizi siswi kelas XI-2.
Pada Lomba ini Viana Tsabita mengangkat sebuah judul "GULANGGYA (Game Ular Tangga Cagar Budaya) : Pengembangan Media Interaktif untuk Mengenalkan Cagar Budaya di Kabupaten Jepara".
Ia menuturkan bahwa Karya Tulis Ilmiah ini berangkat dari fenomena dimana kekayaan Cagar budaya yang ada di Kota Jepara memiliki eksistensi yang kurang di kalangan generasi muda. Hal ini dikarenakan bentuk apatis dari generasi muda yang salah satunya disebabkan oleh game online. Game online menciptakan generasi muda yang apatis terhadap lingkungan. Jika terhadap lingkungan saja mereka sudah apatis. Lantas bagaimana dengan nasib Cagar budaya yang kita miliki? Inilah yang menjadi permasalahan utama yang dibahas dalam KTI ini.
Maka dari itu, dalam KTI siswi yang kerap disapa dengan panggilan Tata menciptakan sebuah game yang bernama GULANGGYA.
"GULANGGYA (Game Ular Tangga Cagar Budaya) adalah sebuah game interaktif yang disajikan menyerupai permainan ular tangga yang memuat 11 Cagar budaya yang ada di Kota Jepara." Ujar Tata.
Beberapa Cagar budaya tersebut di antaranya :
1. Eks Pabrik Keramik Mayong.
2. Monumen Ari-ari Kartini Mayong.
3. Pabrik Gula Bonjot Krasak.
4. Kompleks Makam dan Masjid Adipati Citrosomo Sendang.
5. Kompleks Makam dan Masjid Mantingan.
6. Klenteng Hian Thian Siang Tee Welahan.
7. Pendopo Kabupaten Jepara.
8. RS Kusta Donorojo.
9. Benteng Fort Japara (Benteng VOC).
10. Benteng Portugis
11. Candi Angin
Viana Tsabita juga menuturkan bahwa dalam game ini terdapat dua komponen utama, yaitu komponen offline yang terdiri atas papan ular tangga GULANGGYA, pion dan dadu, serta flashcard yang berisi potret masing-masing Cagar budaya dan barcode. Sedangkan komponen online terdiri atas website yang akan muncul setelah barcode di dalam flashcard di scan serta quiz. Cara bermain GULANGGYA sebenarnya tidak jauh berbeda saat kita bermain ular tangga pada umumnya.
"Misalnya, pemain melemparkan dadu, kemudian mendapatkan angka empat. Lalu, pemain akan menjalankan pion sebanyak 4 langkah. Kemudian, pada kotak empat terdapat potret dari Monumen Ari-Ari Kartini. Selanjutnya, pemain akan mengambil flashcard yang terdapat potret Monumen Ari-Ari Kartini juga. Pada flashcard terdapat sebuah barcode. Maka dari itu, langkah selanjutnya adalah pemain harus mengambil handphone untuk melakukan scanning. Setelah itu, pemain akan diarahkan menuju ke sebuah website yang berisi tentang deskripsi objek dan sejarah Cagar budaya. Sehingga, pemain harus membaca dan meresapi materi yang ada. Setelah itu, scroll ke halaman yang paling bawah akan ditemukan button quiz. Lalu, pemain akan memainkan quiz yang mana berguna untuk mengevaluasi hasil belajar pemain. Karya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya menciptakan generasi muda yang mengetahui, mengenali, dan melestarikan cagar budaya yang ada di kota Jepara." Jelas Tata saat menerangkan cara bermain GULANGGYA
Ia berharap agar prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi para muda-mudi SMANEMA untuk terus berkarya dan berinovasi. Ia juga berpesan agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi rintangan. Pasalnya Tata juga pernah 4 kali gagal dalam lomba Karya Tulis Ilmiah, dan inilah kali pertamanya mendapatkan Juara 1. "Untuk teman-teman SMANEMA ayo jangan mudah putus asa. Percayalah dalam setiap kegagalan akan terdapat sebuah pembelajaran yang membawamu kepada kemenangan".
Di akhir sesi ia juga berpesan :
"Marilah kita bersama-sama membangun citra Cagar budaya di Kabupaten Jepara yang lebih maju dan sejahtera. ???????????????? ????????????????????????! ???????????? ???????????????????? ????????????????????????????????! " Pungkas Viana.